Kamis, 14 Juli 2016

Tugas 4

Hubungan Bahasa Inggris dengan Jurusan Akuntansi


          Bahasa Inggris adalah bahasa ibu ketiga yang paling banyak dituturkan di seluruh dunia, setelah bahasa mandarin dan bahasa spanyol. bahasa inggris juga digunakan sebagai bahasa kedua dan bahasa resmi oleh uni eropa, Negara pesemakmuran, dan Perserikatan bangsa-bangsa, serta beragam organisasi lainnya.
            Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".
            Salah satu materi akuntansi adalah membuat laporan keuangan.Di dalam laporan keuangan terdapat akun-akun yang berbahasa inggris seperti cash,debet,credit,goodwill,supplies dan lain-lain.Dengan mengetahui arti dari akun-akun tersebut akan sangat membantu kita dalam mengerjakan pekerjaan yang di jalani dan juga kita bisa tau isi dari laporan keuangan yang di publikasikan untuk umum.Ketika kita memasuki dunia kerja maka kita akan menemukan atasan orang asing yang mewajibkan kita untuk menggunakan bahasa inggris.
            Terkadang seorang mahasiswa menganggap bahasa inggris tidak begitu penting padahal bahasa inggris merupakan bahasa internasional yang banyak di gunkakan oleh perusahaan. kita perlu tahu bahwa akun-akun yang berbahasa inggris yang terdapat dalam sebuah laporan keuangan berbeda sekali dengan arti yang terdapat dalam kamus bahasa inggris yang sering kita gunakan sehari-hari,maka dari itu kita harus benar-benar tahu arti dari akun tersebut.Kita sering menjumpai buku-buku akuntansi yang menggunakan bahasa inggris seperti intermediate Accounting.
            Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan akuntansi dengan bahasa inggris sangatlah berpengaruh dan penting.Karena itu kita di wajibkan menguasai bahasa inggris secara mendalam untuk mempermudah kita dalam mengerjakan pekerjaan yang di jalani.


Nama  : Della Nuriasha
Npm   : 22213149
Kelas   : 3EB15

Sumber : 
http://bahasakelasd.blogspot.co.id/2014/11/hubungan-bahasa-inggris-dengan-jurusan.html,diakses pada 14-07-2016 pada 17:11 PM

Kamis, 02 Juni 2016

TUGAS 3

Perbedaan dan tujuan dari TOEFL, TOEIC, IELTS

TOEFL, TOEIC dan IELTS ini digunakan untuk mengukur kemampuan para non-native English speaker.Nnon-native English speaker adalah orang-oran yang bahasa aslinya bukan bahasa Inggris.
      
      1.      TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
TOEFL itu singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Di TOEFL kita diuji materi listening, reading, dan structure. Ketika Listening ada yang memakai headset, tetapi ada juga yang tidak memakai headset. Range score TOEFL berkisar dari 310 (terendah) sampai 677 (tertinggi). TOEFL ini sering digunakan buat masuk universitas atau lembaga-lembaga pemerintahan.  Ada tiga macam pilihan tes:
     a)   PBT (Paper Based Test), yaitu kamu mengerjakan tes TOEFL di atas kertas. Materi tes biasanya     meliputi listening, reading, dan structure.
     b)    CBT (Computer Based Test), yaitu kamu mengerjakan tes TOEFL langsung di komputer. Materi tes biasanya meliputi listening, reading, structure dan ada tambahan writing.
     c)   IBT (Internet Based Test), yaitu tes TOEFL kamu mengerjakan tes TOEFL langsung di komputer yang terhubung ke internet. Materi tes biasanya meliputi listening, reading, structure, writing dan ada tambahan speaking.
Adapun rentang skor TOEFL sebagai berikut.
  Ø  Skor TOEFL PBT: 310 - 677.
  Ø  Skor TOEFL CBT: 30 - 300.
  Ø  Skor TOEFL IBT: 8 - 120.
Skor TOEFL berlaku selama 2 tahun. Jika lewat dari 2 tahun maka anda harus kembali melakukan tes TOEFL.
  
  Ø  Mendaftar untuk tes TOEFL
Ketika Anda mendaftar untuk tes ini, sebaiknya kita melihat dulu berapa standard minimum TOEFL yang diminta kampus. Sehingga ini dapat membuat anda fokus mendapatkan goal yang komprehensif dalam mengikuti tes TOEFL.
      1)      Lakukan persiapan sebelum mengambil tes TOEFL
      2)      Silahkan anda melihat hasil TOEFL secara online 15 hari setelah Anda mengikuti tes.
      3)      Laporan nilai Anda memberitahu tentang bagaimana meningkatkan keterampilan Anda.
      4)      ETS juga akan mengirimkan laporan tertulis hasil skor anda.

2.   TOEIC (TEST OF ENGLISH FOR INTERNATIONAL COMMUNICATION)
TOEIC adalah singkatan dari Test of English for International Communication, yaitu tes bahasa Inggis untuk komunikasi internasional. TOEIC lebih khusus diperuntukan orientasi pekerjaan. Jika kamu ingin bekerja di luar negeri atau perusahaan asing di Indonesia, maka kamu harus memiliki sertifikasi TOEIC. Materi tes TOEIC hanya listening dan reading. Tipe soal-soal TOEIC biasanya mengarah ke bisnis. Adapun rentang Skor TOEIC adalah 10 - 990.
Tujuan dari TOEIC lebih bervariasi dari test-test lainnya. Umumnya TOEIC digunakan untuk 3 kegunaan yaitu :
  1.  Menggunakan tes TOEIC untuk kemajuan dalam korespondensi dan dokumentasi perusahaan juga dalam program pelatihan bahasa Inggris, merekrut dan mempromosikan karyawan, serta menempatkan pengukuran standar di tempat di lokasi kerja.
  2. Program bahasa Inggris menggunakannya untuk menempatkan siswa pada tingkat pembelajaran yang tepat, dan mengevaluasi kemampuannya.
  3. Instansi pemerintah menggunakannya untuk mendokumentasikan kemajuan dalam program pelatihan bahasa Inggris, merekrut dan mempromosikan serta merekrut karyawan.



3.   IELTS (International English Language Testing System)
IELTS singkatan dari International English Language Testing System, yaitu program tes untuk menguji kemahiran dalam berbahasa Inggris.IELTS biasanya digunakan untuk mengurus visa luar negeri, studi/sekolah ke negara-negara English-British (seperti Inggris dan Australia misalnya), pindah kewarganegaraan, dsb. Secara keseluruhan, tes IELTS membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Rentang skor tes adalah IELTS: 1 - 9. Ada dua versi IELTS: Academic Version (versi akademik) dan General Training Version (pelatihan umum):
  Ø  Versi akademik diperuntukan mereka yang akan masuk perguruan tinggi dan para profesional seperti dokter atau perawat yang akan bekerja di negara pengguna British English.
  Ø  Versi pelatihan umum diperuntukan mereka yang akan bekerja atau keperluan imigrasi (seperti pindah kewarganegaraan).
Materi tes IELTS ada 4, yaitu:
     1)      listening (30 menit ),
     2)      reading (1 jam),
     3)      writing (1 jam), dan
     4)      speaking (12-15 menit).


  Ø Perbedaan antara TOEFL, TOEIC, IELTS
            TOEIC dan TOEFL dirancang untuk tujuan yang berbeda. TOEFL ditujukan untuk pelajar atau mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya di Amerika Serikat dan Canada. Sedangkan TOEIC ditujukan bagi mereka yang bahasa ibunya bukan memakai dialog bahasa Inggris dan ingin menunjukkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris di dunia kerja dan ambil bagian dalam globalisasi. IELTS biasanya digunakan untuk mengurus visa luar negeri, studi/sekolah ke negara-negara English-British (seperti Inggris dan Australia misalnya), pindah kewarganegaraan, dsb
            TOEIC dan TOEFL memiliki standar penilaian berbeda. Jika nilai TOEFL tidak bisa dijadikan sebagai patokan utama karena masing-masing tempat memiliki perbedaan penilaian, namun pada TOEIC, tes ini menggunakan keselarasan standar internasional. Jika di luar negeri, TOIEC sudah sangat populer. Terbukti dari data yang ada, ternyata tes ini telah digunakan sekitar 10.000 perusahaan di dunia. Mungkin, bisa jadi karena selain berstandar internasional, juga TOEIC yang telah ada sejak 1979. Sehingga, levelnya pun lebih tinggi dibanding TOEFL tes.
            TOEIC memiliki dua macam tes yaitu tes reading dan listening dengan rentang skor 10-990. Sedangkan TOEFL memiliki tiga macam pilihan tes di antaranya adalah PBT (Paper Based Test), CBT (Computer Based Test), dan IBT (Internet Based Test).



Nama   : Della Nuriasha
Npm    : 22213149
Kelas   : 3EB15


Sumber :
http://www.erlangga.co.id/pendidikan/7854-apa-beda-toefl-ielts-dan-toeic.html, diakses pada tanggal 03-06-2016 pada pukul 14:45 PM
http://www.ef.co.id/englishfirst/englishstudy/perbedaan-toeic-dan-toefl.aspx, diakses pada tanggal 03-06-2016 pada pukul 14:50 PM
http://www.ayasnotes.com/beda-antara-toefl-toeic-dan-ielts.html, diakses pada tanggal  03-06-2016 pada pukul 14:55 PM
https://englishforlearning.wordpress.com/2014/05/13/perbedaan-toefl-ielts-sat-gre-gmat/, diakses pada tanggal  03-06-2016 pada pukul 14:57 PM

Minggu, 29 Mei 2016

Tulisan 10

Passive Voice & Causative Have

      A.    Passive Voice
Kalimat pasif (passive voice) adalah kalimat dimana subject-nya dikenai pekerjaan oleh object kalimat. Active voice lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan passive voice. Namun demikian, sering kita temukan passive voice di surat-surat kabar, artikel-artikel di majalah-majalah dan tulisan-tulisan ilmiah. Passive voice digunakan karena object dari active voice merupakan informasi yang lebih penting dibandingkan dengan subject-nya.
Contoh :
  Ø  Active : We fertilize the soil every 6 months 
  Ø  Passive: The soil is fertilized by us every 6 months

     1. Jika active voice dalam simple present tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah is, am atau are.
Contoh:
o   Active    : He meets them everyday.
o   Passive  : They are met by him everyday.

     2.  Jika active voice dalam simple past tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah was atau were
Contoh:
         o   Active    : He met them yesterday
         o   Passive  : They were met by him yesterday

  3.  Jika active voice dalam present perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’
Contoh:
o   Active    : He has met them
o   Passive  : They have been met by him

   4. Jika active voice dalam past perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been
Contoh:
          o   Active    : He had met them before I came.
          o   Passive  : They had been met by him before I came.
    
    5.  Jika active voice dalam simple future tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah be
Contoh:
o   Active    : He will meet them tomorrow.
o   Passive  : They will be met by him tomorrow.

   6.  Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’
Contoh:
o   Active    : He will have met them before I get there tomorrow.
o   Passive  : They will have been met by him before I get there tomorrow.

    7. Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalahbeen yang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’.
Contoh:
o   Active    : He would have met them.
o   Passive  : They would have been met by him.

     8. Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (is, am atau are) + being.
Contoh:
o   Active    : He is meeting them now.
o   Passive  : They are being met by him now.

      9. Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (wasatau were) + being.
Contoh:
o   Active    : He was meeting them.
o   Passive  : They were being met by him.

     10.  Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (has/have) been + being.
Contoh:
o   Active    : He has been meeting them.
o   Passive  : They have been being met by him.

      B.     Causative Have
Dalam Causative have bentuk aktif ini, akan ada subjek dan 2buah objek, objek yang pertama adalah orang/benda hidup yang akan disuruh dan yang kedua adalah benda matinya. rumusnya : Subject + have/has/had + Object1 + V1 + Object2
Contohnya:
·         I have the mechanic repair my car.
(saya menyuruh montir memperbaiki mobil saya.) Disini “I” sebagai subjeknya, dan “the mechanic” sebagai objek pertamanya yang disuruh oleh si “I”, dan “my car” adalah objek keduanya(benda mati).


Nama   : Della Nuriasha
Npm    : 22213149
Kelas   : 3EB15

Sumber :
http://indexof911.blogspot.com/2011/12/belajar-bahasa-inggris-causative-have.html , diakses pada tanggal 29-05-2016 pada pukul 14:58 PM
http://aephidayat.blogspot.com/2011/05/causative-verb-have.html , diakses pada tanggal 29-05-2016 pada pukul 14:58 PM
http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-inggris-2--d.html, diakses pada tanggal 29-05-2016 pada pukul 14:58 PM


Tulisan 9

Type Cause Connectors

      1. AND
Example:
  ü  They saw a cat and a dog.
(Mereka melihat seekor kucing dan seekor anjing)
  ü  He saw a cat, a dog, a mouse, and a rabbit.
(Dia melihat seekor kucing, seekor anjing, seekor tikus, dan seekor kelinci)

     2.  BUT
Example:
  ü  I was sleepy but I couldn't sleep.
(Saya mengentuk tetapi saya tidak bisa tidur)
  ü  She is rich but she is stingy.
(Dia kaya tetapi dia pelit)

    3. OR
Example:
  ü  Do you like coffee or tea?
(Kamu suka kopi atau teh?)
  ü  Do you want to go home or stay here?
(Kamu mau pulang atau mau menginap disini?)

    4. SO
Example:
  ü  I have never practice to swim, so I can't swim.
(Saya tidak pernah berlatih berenang sehingga saya tidak bisa berenang)
  ü  I always use email for correspondence, so I rarely write letters for correspondence.
(Saya selalu menggunakan email untuk berkorenspondensi, sehingga saya jarang sekali menulis surat untuk korespondensi)

   5. BECAUSE
Example:
  ü  I called you because I miss you.
(Saya menelpon kamu karena saya merindukanmu)
  ü  She failed the test because she was lazy.
(Dia gagal karena dia malas)

CONNECTORS (Kata Penghubung)
Connectors digunakan untuk menggabungkan dua kalimat/lebih menjadi satu kalimat. Connectors dibagi menjadi 3, yaitu:
      A.    Menunjukan waktu: before, after, as soon as, while, when.
      1.      We went home after the rain stopped.
      2.      I prepare my ticket and passport before I go on holiday to Paris.

      B.     Menunjukan sebab dan akibat: because/because of, since.
      1.      I went to the hospital because I had a serious accident.
      2.      Since I have no money, I can’t treat you.

     C.     Menunjukan tanda urutan: first, next, then, after that, finally.
     1.      first, we must prepare the ingredients.
     2.      Next, we cut the vegetables into small pieces.



Nama   : Della Nuriasha
Npm    : 22213149
Kelas   : 3EB15

Sumber :
http://anindiap.blogspot.co.id/2014/04/artikel-connectors.html, diakses pada tanggal 29-05-2016 pada pukul 14:45 PM

Tulisan 8

Adjective and Adverb (kata sifat dan kata keterangan)

Pengertian dan penggunaan Adjective dan Adverb.
Adjective (kata sifat) adalah kata yang digunakan untuk menerangkan noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti) yang dapat berupa orang (person), tempat (place), binatang (animal), benda atau konsep abstrak.
Contoh:
  v  She’s an excellent singer.
  v  I’ve got a new apartment.
Adverb (kata keterangan) merubah kata kerja, yakni kata keterangan menjelaskan bagaimana sesuatu dilakukan.
Kata sifat memberikan informasi seperti ukuran (kecil, besar), bentuk (bulat, persegi), warna (kuning, hijau), kebangsaan (Cina, Polandia), dan opini (baik, buruk). Adjective tidak mengalami perubahan yang tergantung pada jumlah (tunggal atau jamak).
Contoh:
  v  She has a cute puppy.
  v  She has three cute puppies.
Perhatikan bahwa adjective (cute) tidak mengalami perubahan baik dalam bentuk tunggal (puppy) maupun jamak (puppies).
Adjective juga bisa ditempatkan setelah kata kerja tertentu seperti be, feel, look, dan taste.
Contoh:
  v  I’m really happy today.
  v  She’s got a new job so she feels great.

Adverb
Adverb adalah kata keterangan. Adverbs dan adjective memiliki kesamaan. Jika ditinjau dari segi filsafat bahasa kedua kata ini diawali dengan kata “Ad” yang memungkinkan adanya arti “Add” atau “penambahan”. Jika adjectives menambahkan kejelasan arti pada kata benda (nouns), maka adverb menambahkan kejelasan terhadap kata kerja (verbs).

     1. Jika adjective berakhir dengan hurup ‘y’, ganti hurup tersebut dengan ‘i’ lalu tambahkan ‘-ly’. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat beberapa contoh di bawah ini.

     2.  Jika adjective berakhir dengan ‘-le’, ganti ‘e’ degan ‘y’. Contohnya sebagai berikut:

3. Jika adjectic berakhir dengan ‘-ic’, tambahkan ‘-ally’. Contohnya:

4. Beberapa adjective tidak berubah bentuk. Dengan kata lain, bentuk adverb sama dengan 
bentuk adjective. Contohnya sebagai berikut:


Nama   : Della Nuriasha
Npm    : 22213149
Kelas   : 3EB15

Sumber :
http://www.tipsbelajarbahasainggris.com/cara-membentuk-adverb-dari-adjective/,diakses pada tanggal 29-05-2016 pada pukul 14:10 PM